seniryegina

Thursday, April 27, 2006

Meniere's Disease

ada yaang suka terasa telinganya berdenging?
di lain waktu terasa budek?
ato di lain waktu pernah pusing berputar2 mirip naek komedi puter?

hati-hati! periksakan segera ke dokter anda. karena mungkin and adalah pengagum Ny. Meniere ini.

Ingat! iklan ini tidak dipungut dan tidak memungut bayaran!

nyambung pulang malem

nah, setelaah kejadian itu aku jadi berpikir (tumben-tumbenan nih -red). andaikata (maaf ya jar aku pinjem trademark anda) aku laki-laki, melihat pemandangan itu kayaknya agak gimana gitu. masa sih jam segini kalian masih paada di jalan. apa ga takut dengan smakin beraninya para kriminal-kriminal iseng itu? ato seberapa penting sih sampe harus rela masih berada di jalanan?
hah, rasanya aku setuju banget ama nasehat2 kakakku itu. rasanya sekarang tuh males banget untuk pulang malem, tapi kalo emang penting susah juga sih. contohnya bimbingan ato bikin tugas kelompok yang berresnya kelewat magrib. buat teman2, yuk kita usahakan untuk menghindari kejadian di atas. misalnya efektifkan waktu di siang hari ato inget janji biar bisaa tepat waktu...hehe..
alhamdulillah, aku punya "ojeg pribadi' yang siap mengantarkanku...hatur nuhun pisan, Pa!I love U

Berdoalah sebelum tidur..

Saat akan tidur, terbayang hari esok yang cerah dengan udara dan smangat baru setelah tubuh kita beristirahat beberapa saat.
Bismika Allohumma Ahya Waamuut..
Dengan menyebut nama Allah yang telah menghidupkan dan mematikanku...

Buat sahabat2ku, jangan lupa untuk berdo’a, bermuhasabah, dan berharap sebelum tidur ya..karena kita tidak tahu apakah kita akan bangun di hari yang telah kita bayangkan dan menjumpai sahabat kita kemarin atau mungkin kita akan berttemu dengan Sang Khalik. Sungguh kita tidak mengetahuinya. Wallahu’alam
Tapi jangan pernah berhenti untuk bermimpi dan berusaha ya...;p

Monday, April 17, 2006

koq pulang malem?

dulu, waktu masih jamannya kuliah (serasa dah tua nih..), paradigma akhwat(wanita) tidak boleh pulang malam adalah tidak adil. ya, kalo dekat sih wajar. tapi kalo jarak rumah-kampus jauh? perjalanan aja paling cepat 1 jam, sedangkan aktivitas di kampus bisa sampe magrib. Jadi, kasih solusi dong! khan ga mungkin tiap hari nginep di kosan temen. pokoknya ga usah banyak protes deh, kita juga tau waktu dan tau diri koq?

begitulah dalih saya waktu itu. ya, bisa dibilang keras kepala, ga nurut, ato cari pembenaran, apapun itu namanya...yang jelas saya ga setuju ama aturan tak tertulis itu, titik

Akhir maret 2006, 07.30 p.m

mata ini rasanya penasaran liatin tiap angkot yang lewat. kebetulan angkot yang lagi saya tumpangi lagi ngetem. kesel, dah 10 menit ngetem ga jalan2, mana HP lowbat jadi ga bisa hubungi orang rumah. Huh!
dua orang perempuan setengah baya akhirnya duduk di sampingku, ga lam lagi 2 orang perempuan seumuranku duduk di sebrangku. Yap!akhirnya angkot mulai meneruskan perjalanan dan ternyata di jalan banyak yang naek tuh. singkat kata, akhirnya penuh juga penumpangnya. tapi, koqq, yang paling cakep cuma sopirnya aja ya?wah, ternyata angkot sepenuh ini isinya peerempuan semua...

Jadi?

Wednesday, March 01, 2006

majalaya, 24 februari

tak semua yang hitam itu hitam dan tak semua yang putih itu putih
di antara yang hitam pastilah ada yang putih dan di antara yang putih pastilah ada yang hitam

jangan kecewa jika ada anggota yang berbuat kesalhan karena itu sebagian kesdalahan ketua, tapi janganlah menganggap kebenran anggota merupkan kebenaran sang ketua....

makasih dok, meski rasanya mata ini pengen banget tidur

Friday, January 20, 2006

siap?

ada 3 hal yang kita rasakan selalu tidak siap untuk menghadapinya selama hidup ini, bahkan saat ia sudah di depan mata, yaitu :
Ujian ...(apalagi ujiannya tiap 3 minggu)
Pernikahan....(Nah, kalo yang ini belum bisa berkomentar. Tapi rasanya iya juga kali ya)
Kematian...(ehm, saya rasa semua setuju tuh)

Dari Beliau yang semangat, kritis, dan ramah

Sunday, December 18, 2005

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

''Dek, nitip surat ini ya buat Ibu.", jawab Bu Ani setelah aku persilakan masuk dan duduk di atas bangku tua itu. "Acaranya buat kapan, Bu?" ,Tanyaku. "Lusa. Saya khawatir kalo baru besok saya sampaikan akan merepotkan Ibunya Dek Gina untuk menyebarkannya.". "sekarang Ibu mau ke tempat Mas Budi, anak Ibu yang di dekat sini?", Tanyaku agak pribadi, karena saat ini sudah jam 9 malam. "Ah, saya gak mau ngerepotin anak saya, pasti dia udah kecapean abis ngantor, lagipula jam segini kan waktunya berkumpul sama anak dan istrinya. Ntar mereka malah repot menjamu saya.". "Ibu nginep disini aja, ya?", pintaku. " Sudah 3 hari rumah ditinggal, baru tadi bada ashar saya pulang dari JAkarta. Karena inget ada surat- surat yang belum saya sampaikan terpaksa saya pergi lagi tadi jam 5 sore, alhamdulillah saya sudah ga punya utang surat lagi.".
Itu adalah sepenggal pembicaraan saya dengan salah satu teman Mamah. Bu Ani adalah rekan Ibuku di sebuah organisasi yang langsung di bawah kelurahan. Beliau adalah sosok Janda dengan 6 orang anak yang telah berhasil membawa seluruh anaknya meraih jenjang pendidikan minimal S1 dengan bekerja sebagai guru TK dan mengandalkan pensiunan guru dari almarhum suaminya. S... W... G... L..?
Beliau adalah sosok yang selalu menyemangati orang tua saya untuk tetap semangat menyekolahkan anak setinggi mungkin meski kecukupan dana belum tersedia. "Biarlah kita (orang tua) makan dengan nasi dan garam agar anak kita tetap sekolah dan berprestasi, dan jangan sampai anak kita mengetahui menu makan kita" ungkapan beliau yang menggambarkan kesungguhannya.
Mungkin teman-teman menganggap tidak ada yang istimewa dari Bu Ani. Tapi sosok beliau selalu mengingatkan saya tentang hari tua, meski tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah kita akan sampai hingga usia tersebut. Anyway, Bu Ani ini adalah perempuan yang usianya sudah kepala 6 dan cucunya yang pertama sudah berusia 30 tahunan. Terbayang khan sosoknya sudah seperti apa? Tapi kalo melihat aktivitasnya, saya sering bertasbih diikuti gelengan kepala. Rumahnya saat ini terletak di pinggiran kota Bandung (Bandung coret-Red), kira-kira 1,5 jam menggunakan angkot, namun Beliau masih aktif berkegiatan di kota Bandung bersama Ibuku. setiap keluar rumah tidak lupa menyelendangkan 2 tas di bahu kiri dan kanannya, 1 buah tas dijinjing, dan memegang sebuah payung panjang. Jangan tanya isinya apa, karena mulai dari alat makan, alat tulis, hingga alat menjahit seperti kancing dan benang selalu tersedia di tasnya. "Biar saya gak menerepotkan orang lain kalau memerlukannya", jawabnya. Setiap hari selalu saja ada kegiatan di Bandung dan tentu saja memerlukan dana yang tidak sedikit untuk biaya transportasi, belum termasuk biaya lain-lain seperti foto copy dll.
Hmm... capek skali ga sih, Bu?. "Kalau ga seperti ini saya suka merasa ga enak badan dan terasa pegel kalo cuma tinggal di rumah aja.". Subhanallah.....
>>>>>>>>>> To Be Continued